Just another WordPress.com site

Sehari Bersama Anies Baswedan dan Hikmat Hardono di Surabaya

Sehari yang lalu temanku yang manis bernama Hikmat Hardono mengabarkan mau ke Surabaya bersama Anies Baswedan dalam rangka Roadshow rekrut “pengajar muda” program Indonesia Mengajar yang beberapa waktu lalu persyaratanya sempat dilaunch melalui milis ini juga. Selain dari mas Hikmat tersayang ternyata saya juga mendapat sms dari Sekum pengda Kagama jatim , mengabarkan berita yang sama, akhirnya aku ber BBM sama mas hikmat dan bertemulah kami di Aula KRT. Fadjar Notonagoro, Unair Surabaya jam 9 pagi, aku mengikuti serangkaian acara hari itu. Mengikuti sederetan acara hari itu bersama Anies dari Unair dihadapan dekan Ekonomi Unair, dosen2 dan mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya

Antusiasme audiens mengingatkanku jaman waktu sering jadi panitia seminar dan sejenisnya semasa aktif dikegiatan-kegiatan BEM , begitu banyak pertanyaan yang disampaikan baik yang langsung berhubungan dengan Indoneisa mengajar juga dengan beberapa kondisi actual saat ini. Secara garis besar saya tertarik dengan Program Indonesia mengajar, kalau tidak salah menyimpulkan , Program ini adalah ditujukan kepada fresh graduate yang memiliki jiwa pengabdian dengan kualifikasi yang baik antara lain dari perguruan tinggi terbaik dan IP minimal 3 serta memiliki kemampuan leadership untuk ditempatkan menjadi guru SD selama 1tahun dengan penghasilan dan fasilitas yang sangat layak, Anies mengatakan bahwa penghasilan akan setara dengan fresh graduate yang bekerja di Astra atau Unilever. Selain fasilitas tersebut juga diberikan proteksi (asuransi) dan juga fasilitas pendukung lain yaitu laptop dan jaringan internet menggunakan jaringan satelit. Keuntungan yang didapatkan oleh “penggajar muda “ adalah kesempatan ini merupakan “real leadership training”, yang menuntut si pengajar untuk bisa melakukan perubahan dimana dia ditempatkan. Ini saatnya menempa jiwa kepempimpinan yang nyata tidak hanya sebuah ‘workshop” atau pelatihan tetapi dihadapkan pada suatu kondisi yang nyata. Diharapkan pada saatnya , setelah masa kontrak 1 tahun , pengajar muda bisa memilih lapangan kerja sesuai dengan minat dan kemapuannya. Bekal sebagai “pengajar muda” adalah suatu nilai lebih karena dalam rekrutnya mereka adalah terbaik , dan bahkan beberapa perusahaan swasta pun menawarkan untuk menjadikan pegawai terlebih dahulu sebelum mereka terjun sebagai “pengajar muda”. Karena kualifikasi yang dimiliki adalah ideal menurut pencari tenaga muda berbakat, memiliki jiwa kepemimpinan dan punya jiwa pengabdian, bisa survive di medan sulit sekalipun. Ini merupakan tantangan bagi sarjana-sarjana yang baru saja menyelesaikan studinya yang memiliki idealism tinggi. Harapan di masa depan , para pengajar muda ini bisa menempati posisi-posisi yang baik sebagai pemilik dan pembuat kebijakan baik di perusahaan dan sector pemerintah, dengan berbekal pengalaman di “Indonedia mengajar” akan merubah cara pandang terhadap kondisi nyata negeri ini, adanya kesenjangan, ketimpangan sehingga dalam kebijakan dimasa mendatang bisa lebih bijak dan arif mengelola negeri dan bangsa ini.

Setelah menyelesaikan satu sessi ceramah dan diskusi dilanjutkan ke satu ruangan “Bromo Room” di Sahid hotel disana telah menanti mahasiswa yang tergabung dalam PSSDM , yang direkrut juga sebagai mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas, untuk diberikan beasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan di SD Al Hikmah, salah satu sekolah dasar yang menjadi rujukan tidak hanya di Surabaya tapi juga kota-kota lain. Disini baik anis dan pihak sekolah saling bertukar pengalaman tentang pendidikan untuk guru sebelum diterjunkan dalam program mengajarnya untuk jadi pertimbangan dalam “coaching “ bagi “pengajar muda” yang rencana akan dilaksanakan di Bogor sekitar bulan September. Menyimak dari cerita mas Hikmat bahwa animo “fresh graduate” yang mendaftarkan untuk seleksi di program ini telah mencapai 200 orang , sedangkan pada tahap pertama ini dipilih 50 orang untuk di tempatkan di 5 kabupaten di luar jawa. Selengkapnya bisa dibaca di http://www.indonesiamengajar.org

sebelum berpisah kita sempat berfoto bersama

Kesan yang saya tangkap tentang anis, beliau memang pribadi yang santun yang ngga memandang kita dari strata apa, dimana saya yang baru ( dua kali ) ketemu dengan beliau , justru beliau yang berkenan kontak untuk memberikan nomor kontaknya. Jauh dari kesan sombong dan arogan. Semoga kelak sikap ini bisa tetap dipelihara. Terimakasih buat mas hikmat yang memberikan kesempatan ini kepada saya untuk lebih jauh mengenal Indonesia Mengajar . semoga semua program dapat berjalan dan mencapai apa yang dicita-citakan sebagai satu bentuk nyata “mencerdaskan bangsa”

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s